elizabeth swanti

Mak Nyuusss +8 rating

Catatan dari BukBer JalanSutra 2010
 elizabeth swanti30 Agustus 2010, 09:268 komentar di Kategori: Kuliner

Selalu ada cerita menarik setiap kali komunitas JalanSutra mengadakan acara kumpul-kumpul. Acara Buka Bersama kali ini merupakan kedua kalinya saya turut menjadi peserta. Daftarnya pun dadakan, setelah ada pengumuman dari tante Linda kalau pihak Eat&Eat menyediakan tambahan tempat hingga 80 orang. Langsung deh kirim email malam-malam buat daftar hehehe.... Untungnya masih ada tempat smile --> lagi cinta sm tante Linda :*

Sabtu seharian kemarin, saya ngabuburit ke tiga mal sebelum akhirnya berlabuh di Gandaria City untuk acara ini. Sempat tergoda untuk membatalkan, tetapi saya lebih kepingin ketemu teman-teman di JS ketimbang menikmati macet pulang ke rumah smile Satu lagi, kuatir di blacklist dari milis, hehehe.... Karena bagi saya, meski ini hanya acara kumpul komunitas, tetapi bukan untuk diremehkan smile Kalau sudah janji datang, ya diusahakan datang meski hanya sebentar smile

Sebagian peserta tahun ini, masih sama seperti tahun kemarin. Soalnya kapan lagi bisa menyesuaikan waktu bersama-sama seperti sekarang smile Yang saya temui tahun lalu: Opa Bondan (yang kayaknya sekarang kok kurusan ya?!) Mas Dendy Boman dan istri berikut si kecil yang masih utuh imutnya smile, tante linda, om arie, mas wasis (yang sering jumpa di kopitiam oey), jeng arie juga smile

Tapi ada juga teman-teman baru yang saya baru kenal (maklum, saya lagi jarang ikut KumSut). Ada Capt. Gatot Purwoko, mbak Tata Nazarudin, tante Susi, Oma Retno, Mas Indra, Mbak Sri, Vina dan Habel, Monalisa, pak Iksa Menajang, mas Budi Wahyu (yang sempat saya kira orang dari Intel Corporation, hehe) dan yang saya tunggu banget orangnya karena tulisan 'Bakpau'nya membuat saya penasaran, mas Harry Nazarudin, hehehe.... (Yang setelah kenalan berkat bantuan tante Linda  dan ngobrol, ternyata beliau adalah teman dari teman sekantor saya, olalaaaaa...)

Seraya berkenalan sana sini, saya terpesona menikmati dekorasi ruangan yang menurut sebutan mas Wasis seperti Gourmet Garage. Rak-rak terbuka dengan pajangan kaleng dan toples makanan yang berlabel Kadaluarsa, memang menarik perhatian. Salut buat perancang dan pencetus idenya, yang menurut informasi dari mas Wasis, bernama Pak Iwan.

Tak lama kemudian, adzan pun berkumandang. Kolak pisang dan kacang hijau berikut segelas teh tawar hangat sudah siap disantap sebagai pembuka. Bahkan ada yang mejanya sudah siap dengan makanan. Kakak ipar saya, misalnya, sudah siap dengan nasi gudeg, klaapertart tiramisu, dan puding buah. Saya juga sempat melihat waiter membawakan dua mangkok rujak juhi di arena ini, yang perhentiannya nggak tau deh di meja yang mana big grin

Elvina memesan nasi hainam ayam, sedangkan Habel memesan nasi pecel solo (lengkap dengan belut gorengnya yang enak dan renyah --- soalnya sempat diembat satu buat nyicip, hehe). Saya sendiri membayangkan akan memesan soto sulung kegemaran saya di Eat&Eat Kelapa Gading. Ternyata setelah berputar-putar, saya tidak menemukan gerai soto Surabaya (dan baru tahu kalau setiap makanan di Eat&Eat Gandaria City ternyata berbeda dengan yang di Kelapa Gading). Akhirnya, pilihan saya terbagi antara Pindang Iga Sapi dengan Bakso Aheng yang gerainya memang saling bertetangga. Karena antrian di Pindang Iga Sapi cukup ramai, saya pun memilih Bakso Aheng yang tampaknya pelayanannya lebih cepat (padahal antriannya lumayan banyak juga).

Kembali ke meja, saya yang setengah kelaparan pun langsung tak sabar menyeruput kuah bakso yang menggoda itu. Dan ternyata, rasanya memang enaaaakkkkk baaaannngggeeeeettttttt..... Kaldu kuahnya tidak terlalu banyak sehingga tidak eneg, ditambah kecap asin dan daun bawang, sehingga rasanya segar! Bakso ikannya juga tidak amis, irisan daging sapi, babat, dan kikilnya juga empuk dan lembut dikunyah. Sambalnya juga pedasnya pas.

Karena saya penggemar makan kuah, saya pun kembali ke gerai untuk meminta tambahan kuah (emang dasar nggak tau malu, hehehe), dan disambut manis oleh ncik-ncik penjual yang cantik (buat cewek aja cantik, apalagi buat cowok). Dapat tambahan kuah untuk menikmati sisa daging dan bakso, plus sambal yang asoy. (Sekarang, sambil menulis cerita ini, saya sudah lapar membayangkan bakso aheng, hiks)

Sempat saya bertanya pada encik cantik itu, kalau di Jakarta bakso Aheng ada dimana saja. Dijawabnya "Hanya ada di Medan, dan kalau di Jakarta cuma disini (Gandaria City) saja". Buyarlah sudah rencana saya untuk menggemukkan badan dengan makan bakso Aheng tiap hari. Dari utara ke selatan, perjalanannya perginya lapar, pulangnya lapar lagi. Mana bisa gemuk frown

Om Harnaz sendiri saya lihat memesan tahu telor ya? Atau Pempek orak arik? Soalnya saya cuma sempat lihat telor dan kuah warna hitam saja big grin bentuk lainnya udah nggak jelas, hehehe.... Tante Susi sendiri pesanan Nasi Kebulinya datang pada saat doorprize big grin Dan hebatnya, ditengah soarakan gembira para pemenang doorprize, beliau menyantap nasi kebuli itu dengan nikmat big grin Meski menurut beliau, masih lebih enak nasi kebuli di Rumah Makan Poeas di jalan Panjang - yang langsung ditanggap serius oleh Mas Indra dengan menanyakan ancer-ancer jalannya big grin kayaknya mas Indra sudah siap-siap mau kesana, hehehe....

Maaf, saya nggak main ke pojok kanan, jadi cuma main sampai ke meja tengah saja untuk mengintip makanan, dan seseruan doorprize, hehehe....  Ada yang sudah yakin menang (dan ternyata beneran menang), ada yang memang langganan menang (mas dendy maksudnya, hahaha), ada pasangan pemenang (mbak Tata dan Om Harnaz), dan yang nggak menduga menang (mbak Monalisa). Maaf, saya nggak hapal nama-nama pemenang yang belum tersebutkan, hehehe....

Sehabis berbagi doorprize, foto bersama dan menikmati dessert pun dimulai. Es Singapore-nya mbak Tata rame diserbu JS-er. Sesendok-sesendok pun berpindah mulut, hehehe.... Capt Gatot bahkan siap membawa sendok untuk turut mencicip tongue Tampilan peach, strawberry, dan es serutnya memang menggoda sih smile

Kembali ke meja saya, terlihat pasangan Vina dan Habel tengah asyik menikmati dessert berupa Pempek Palembang Merdeka! Saya sampai terkesima! Saya sendiri mengisi perut saya dengan Bakpau Goreng Valentine yang kotaknya tergeletak dengan manis di samping Habel. Tergoda, saya mencomot satu sambil menoleh sana sini bertanya siapa yang membawanya. Pak Iksa langsung sigap mengangkat kameranya untuk menjepret bakpau yang sebagian berpindah ke dalam mulut saya. Fotografer yang cepat tanggap nih, hehehe.... Siapapun yang membawanya, terimakasih banyak. Soalnya enak, hehehe....

Setelah mengobrol sejenak bersama tante Linda dan Om Arie, saya dan kakak ipar pun memutuskan untuk pamit pulang. Berat siiihhh, apalagi jarang banget kumpul-kumpul seperti ini. Tapi, saya puas bisa bertemu kembali dengan JS-ers, berkenalan dengan teman-teman baru, dan makan bakso Aheng smile Ayo bikin acara kumpul lagi, dan semoga saya juga bisa ikut serta lagi smile

Total penghabisan saya sabtu itu:
Bakso Aheng (+nasi) 29.500
Aqua 2 botol: 7.000
Puding buah : lupa harganya
Klaapertart tiramisu : 13 ribu ya kalo ga salah
Pempek Merdeka: 22.500

 

Tag: Kuliner , Bondan Winarno , Iksa Menajang , Linda Raka , Arie Parikesit , Eat&Eat , Gandaria City , Buka Bersama , BukBer , Budi Wahyu , Harnaz , Tata , Capt GP

 

Yang merating Note ini:


8 Komentar
Wah, asyik tulisannya....ditunggu episode selanjutnya ya? smile
Ha ha ada aku ... memang seru kalau ada acara JS ....
 elizabeth swanti• Komentar ini telah dihapus.
pengen kopdar juga nih sama JS'ers Semarang
wah sayang nggak bisa ikut, dari ceritanya seru banget nih
Terimakasih banyak atas komentar rekan-rekan JSers. SEmoga kita bisa bertemu ya di acara JS berikutnya smile
 stephen aryanto b.• Komentar ini telah dihapus.
NYESEL gabung ma komunitas ini.... Nyesel ga dari dulu2.
Nice to meet you all. semoga bisa menyumbang info2 baru.
Lakukan Login untuk memberikan komentar.