Cak Yo
Kisah Mr. Choo - Trans Fat Yang Kejam (2)
Ingat – sumber kolesterol dalam tubuh ada dua: yang pertama adalah dari produksi sendiri, yang kedua dari asupan luar. Asupan dari luar inilah yang menjadi kekuatiran luar biasa, padahal hanya menyumbang kira-kira 1.5% (BYKS yang dokter yah) dari kadar kolesterol rata-rata total dalam tubuh. Ingat juga: tubuh kita akan selalu menjaga kadar kolesterol dalam darah supaya konstan – agar selalu tersedia bahan bangunan setiap kali ada sel yang rusak. Kalau kadarnya terlalu rendah, maka hati akan memproduksi kolesterol untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Jadi – apakah Anda stop makan kolesterol atau tetap makan kolesterol, jumlah kolesterol dalam darah akan konstan!
Sebagai perbandingan, jumlah kolesterol pada kepiting dan lobster kira-kira 0.07 gram dalam setiap 100 gram daging – sama seperti kadar kolesterol dalam keju. Udang 0.17 gram, telur ikan (roe) 0.5 gram, bebek panggang 0.16 gram, ayam panggang 0.1 gram. Championnya siapa? Otak kambing, 1.9 gram, hehehe (jadi mikir pernah makan otak kambing di Koh-E-Noor Kuningan). Kalo dilihat begini, ternyata kolesterol di seafood nggak banyak-banyak amat. Baidewei, kolesterol adalah pembentuk dinding sel, jadi cuma ada di mahluk yang berdinding sel dari kolesterol – seperti pada hewan dan manusia. Kalo tumbuhan dinding selnya dari selulosa, nggak ada kolesterolnya (adapun hanya sedikit sekali).
Lalu, siapa Mr. Bad Guy yang sesungguhnya? Ya yang namanya trans fat tadi. Ini ceritanya jadi panjang kemana-mana tapi penting. Jaman dulu, ada dua bahan utama sumber lemak, yakni minyak goreng dan mentega. Minyak goreng harus cair pada suhu ruang dan mentega harus padat supaya bisa dioleskan. Dua-duanya disusun oleh molekul asam lemak, yang rantainya panjaaang kayak rantai (hayyah gak kreatip).
Bayangkan begini: bahwa setiap molekul lemak adalah 5 potong LEGO yang disambung jadi satu, total ada 10 jumlah lemak (total 50 potong LEGO, tiap 5 LEGO membentuk 1 molekul lemak). Kalau bentuknya sama – lurus memanjang semua – makan satu kotak kecil akan muat menyimpan semua LEGO ini. Tapi kalau LEGO-nya disusun berbentuk huruf V – maka butuh kotak lebih besar untuk menyimpan LEGO yang sama jumlahnya.
Nah, yang huruf V ini adalah mentega. Karena semrawut, jadi pada suhu ruang dia masih padat. Tapi yang LEGO lurus panjang, satu sama lain bisa mengalir sehingga menjadi cair. Itulah beda mentega dengan minyak – molekul minyak lurus-lurus sementara mentega berbentuk V atau L.
Namanya manusia, nggak puas dengan ciptaan alam. Karena mentega alami dari susu berbentuk V mudah busuk (tengik), maka dibuatlah margarin, yakni hasil hidrogenisasi dari minyak kedelai (baca: minyak kedelai dirubah dari bentuk lurus jadi V, dan jadi padat di suhu ruang). Sebaliknya juga bisa – yang tadinya huruf V, jadi lurus dan cair, digunakan untuk minyak goreng – misalnya dari jagung. Tetapi, ada bahaya yang terkandung di dalamnya!
Minyak jagung dan kedelai misalnya, jika secara sintetik dihidrogenasi (diluruskan LEGO-nya dari V jadi lurus), maka yang terbentuk adalah varian TRANS – yang bentuknya lebih panjang-panjang. Akibatnya, minyak ini lengket sekali, susah cairnya – bayangkan, kalau versi alami cair di suhu 13.5 oC, versi buatan manusia baru cair di suhu 45 oC. Artinya, di suhu tubuh, 37.8 oC, bentuknya padat! Inilah yang lengket kemana-mana, membentuk LDL, dan bisa menyumbat pembuluh darah Anda.
Jadi, apa hubungannya semua ini dengan Lingkungan Pemuda Intelek Anti Koruptor atau LIPITOR? Fungsi Lipitor adalah mencegah pembentukan kolesterol dalam darah – dengan cara menyegel pabrik Kolesterol (LDL) di hati. Ini diperuntukkan bagi yang sudah pernah kena atau punya resiko tinggi terhadap penyumbatan pembuluh darah. Harus dimakan secara berkala, karena ingat: kalau satu hari makan Lipitor dan besoknya tidak, maka kolesterol darah akan naik lagi, kan pabriknya jalan lagi... (BYKS yah Pak Eko...)
Semua penjelasan tiga halaman ini sebenarnya menjawab satu pertanyaan sederhana yang nyebelin dan membuat saya mikir terus: apakah merupakan kebiasaan yang baik untuk makan Lipitor sesudah makan seafood? Jawabannya tidak. Karena, pertama: seafood ternyata nggak banyak-banyak amat kolesterolnya. Kedua, lipitor harus dimakan secara berkala, baru punya efek beneran. Ketiga: kalau mau menghindari kolesterol, lebih baik menghindari Trans Fat atau Lemak Trance (kayak nama Lounge yah) – berarti mengindari minyak yang dipakai berkali-kali, junk food yang menggunakan teknik deep-frying dan gorengan...
Gorengan mengandung plastik? Hayyah... apalagi... wkwkwk
Yang dokter, mungkin ada masukan lain? Yuk diobrolin disinih...
Cheers,
Harnaz
Sumber : milis Js oleh HarNaz
Tag: Lain-lain , kolesterol cholesterol sehat kesehatan

221.90
46.90