Cak Yo

Informatif +5 rating

Kisah Mr. Choo – Tukang Semen Yang Tertukar (1)
 Cak Yo07 November 2011, 13:220 komentar di Kategori: Lain-lain

Haloooo!!!

Pelkenalkan nama saya Mr. Choo (bukan sodaranya Lily Choo), nama lengkapnya Les Trol Choo alias Effendy Chondrawinata. Saya mau melapor kalena belakangan ini kok banyak belita beledar tentang saya yang tidak benal. Saya seling disebut-sebut `Mr. Bad Guy', walopun ada sih yang nyebut `Mr. Good Guy' juga. Saya dituduh mau membunuh lah, katanya saya `pembunuh yang telsembunyi', padahal saya olang baik-baik lho. Kok dituduh macem-macem..... Makanya, saya celitain dulu yah yang sebenalnya.

Saya sebenarnya cuma punya usaha pablik semen di Jakarta. Semennya saya kasih merek sama superti nama saya, "Choolesterol". Nah, semen ini kualitas bagus punya, buat bikin bangunan dan jembatan, dinding rumah sakit, buat kamar-kamar partisi di panti pijet juga bisa. Sekitar 98.5% dali semen ini sudah diploduksi di pabrik saya sendiri di Kawasan Industri Lever, kalo dari pintu masuk Mulut, abis Lambung puter balik trus belok kiri. Sekitar 1.5% saya masih impor dari Korea, lumayan buat nambah2-in stok kalo kurang.

Saya punya almada truk yang lumayan banyak, buat kirim-kirim semennya, rata-rata truk molen. Almada yang peltama khusus buat ngirim semen sajah, ada yang ke Otak, Tulang, Paru-paru, Mata, sampe jauh banget tuh Kawasan Industri Dengkul deket pelabuhan sono. Saya namain armada ini `Cinta Lama Dikenang Lagih', atau C-LDL. Satu armada lagi saya namain `Cinta Haram Dibuang Lumrah' atau C-HDL, maap namanya garing maklum idenya dari Pantura (wkwkwk). Truk yang HDL saya fokusin untuk anter semen yang sisa-sisa kembali ke pabrik, biar diolah jadi semen baru lagi.

Dari 98.5% semen ini, bahan bakunya memang saya impor, ada dari Korea ada yang dari Amerika. Nah, dari Amerika nih yang sekalang suka masalah. Padahal kelen banget nama company-nyah, "Trans Fat Corp.". Eh, cilaka, itu semen kerasnya cepet banget, belon apa-apa udah kering. Udah dicampur-campur, dikasih banyak air, tetep aja cepet kerasnyah. Yang ada belum sampe di tempatnyah udah pada keras.

Terpaksalah truk-truk LDL sayah pada mogok di jalan, semennya pada tumpah juga. Akhirnya jalanan pada macet, mampet. Apalagi kalo semen yang udah numpuk di jalan terus pecah.... brak! Jalanan ketutup deh! Karena truk LDL pada mogok, kepaksa truk HDL saya alihin untuk nganter juga. Akibatnya, sisa-sisa semen numpuk nggak keangkut, mampet lagi! Hayyah! Puciiing deh.

Nah, gala-gala seling bikin macet inilah sayah jadi dituduh katanyah `Mr. Bad Choolesterol'. Padahal, saya kan cuma bikin dan angkut semen? Malah belakangan ada selombongan orang dari LIPITOR – Lingkungan Pemuda Intelek anTI korupTOR – menyegel pabrik semen sayah biar ngga bisa produksi. Katanya saya merusak lingkungan, bikin jantungan, bikin mati, dan lain-lain. Padahal, saya kan cuma bikin semen? Ini semua gara-gara saya ketipu sama perusahaan Amerika tuh yang namanya `Trans Fat Corp.', yang suplai bahan baku jelek. Hayyah.... kok jadi begini yahhh...

Salam,

Mr. Choo

Halo semuah hehehe....

Dari kemaren memang gatel pengen nulis masalah Mr. Choo alias Cholesterol (alias Effendy Chondrawinata wkwkwk), karena banyak persepsi yang sama mengenai kolesterol, termasuk obat yang katanya cespleng yaitu Lipitor tadi.

Gambaran mengenai Mr. Choo tadi adalah gambaran mengenai metabolisme cholesterol dalam tubuh. Perlu diingat bahwa ada 2 sumber cholesterol dalam tubuh: asupan dari luar dan produksi dari dalam tubuh sendiri. Dalam seorang dewasa berberat 68 kg (seperti sayah +10kg wkwkwk), ada sekitar 35 gram kolesterol produksi Kawasan Industri Lever – dan sisanya, sekitar 0.5 gram, `diimpor' dari makanan kita yaitu misalnya lemak ribs atau kepiting.

Mengapa kolesterol kalo segitu jahatnya kok diproduksi dalam tubuh? Tubuh ciptaan Tuhan adalah mesin paling efisien di dunia – nggak mungkin ada racun yang diproduksi sendiri. Ternyata, kolesterol adalah zat yang berguna untuk membentuk dinding sel, bahan pembentuk vitamin A, D, E, K (yang larut lemak), dan... kalau semua yang diatas masih kurang penting, kolesterol adalah bahan pembangun hormon seksual seperti estrogen, progesteron, dan testosteron. Lalu, kenapa kok bisa dituduh jadi `Mr. Bad Cholesterol' segala?

Masalahnya sederhana: namanya juga pembangun dinding, cholesterol masuk golongan lemak yang tidak larut di air alias lengket. Lalu, kalau kolesterol ini mau dikirim dari usus untuk membangun sel di otak, bagaimana caranya? Ya lewat pembuluh darah – yang notabene air semua. Nah, untuk `mengangkut' kolesterol, tubuh membentuk kendaraan yang namanya Lipoprotein. Lipoprotein sama seperti sabun (inget kimiasutra Decanter?), punya rantai nonpolar (lipid) dan polar (protein) sehingga lemak bisa mengalir dengan santai dalam aliran darah, seperti bola-bola lemak mengambang di air cucian piring rendang.

Kalo lemaknya banyak, bolanya makin besar bukan? Inilah yang namanya Low Density Lipoprotein – atau Cinta Lama Dikenang Lagih (C-nya cuma lucu2an ajah hehehe). Ini yang suka nyangkut dimana-mana, dan sama seperti lemak rendang yang bisa nyangkut dan bikin mampet saluran got atau wastafel kita, LDL ini bisa menumpuk dan membuat pembuluh darah mampet. Akibatnya tentu sajah fatal! C-HDL, atau Cinta Haram Dibuang Lumrah, banyak proteinnya, dan fungsinya adalah `memungut' kelebihan LDL untuk diantar kembali ke hati dan diproses disana, biar nggak ngotor-ngotorin darah.

Jadi, yang salah siapa? LDL, bukan kolesterol. Lalu, mengapa selalu disebut `kadar kolesterol'? Karena, LDL paling banyak mengandung kolesterol – sehingga kalau kolesterolnya tinggi, LDL juga pasti tinggi. Kesian yah Mr. Choo nasibnya! Lalu, darimana datangnya si LDL ini? Apa hubungannya dengan kepiting, udang yang kita biasa santap?

Cheers

Harnaz

Sumber : Milis Js oleh Harnaz

 

Tag: Lain-lain , kolesterol cholesterol sehat kesehatan kimiasutra

 

Yang merating Note ini:


0 Komentar
Lakukan Login untuk memberikan komentar.