Ario Danandjaja

Mak Nyuusss +12 rating

Lontong Balap Pak Bagong, Surabaya
 Ario Danandjaja29 Agustus 2010, 00:488 komentar di Kategori: Kuliner

Kita tahu bahwa Lontong Balap adalah salah satu makanan khas Jawa Timur, disamping lontong balap punya pak Gendut yang ada dekat BG Juction mall dan sudah terkenal enaknya, saya bersama seorang teman diajak makan siang lontong balap di warung pak Bagong.
Lontong Balap pak Bagong ini baru saja pindah tempat jualannya, sebelumnya dia berada di jalan Indrapura, namun sejak akhir Oktober ini dia pindah di jalan Kemayoran Baru, persis diujung jalan mau masuk jalan Kemayoran Baru disebelah kiri jalan dan berada di depan gedung DPRD Surabaya.
Warungnya ada dipinggir jalan dengan dengan tenda dan tempat duduk typical dengan model warung tenda.
Meskipun dengan kondisi warung yang sederhana, namun Lontong Balap yang disajikan tidak kalah enaknya dengan punya pak Gendut. Seperti biasa Lontong balap ini disajikan dengan kelengkapan : lontong, tahu, kecambah dan yang tak kalah ueenaknya adalah lentho yang dibuat dari kacang tholo (kacang kedelai merah yg kecil) dan tentu saja kuahnya.
Yang menjadikan Lontong balap pak Bagong ini patut dipujikan adalah, kuahnya yang segar dan tidak terlalu manis, dengan kecambah yang masih krekes krekes alias masih renyah dengan kematangan yang pas, serta lentho'nya yang sangat crispy walau sudah terkena kuah. Secara keseluruhan memang lontong balap pak Bagong ini memang mak Nyuss, hanya sayang ada pelengkap yang kurang yang biasa disajikan menjadi pendamping lontong balap ini, yaitu sate kerang. karena pada saat kami makan sate tersebut sudah habis.
Sehabis makan ditutup dengan minum segelas es kelapa muda yang sueger.
Total kerusakan untuk makan berdua yang menghabiskan 2 porsi lontong balap + masing masing porsi tambah lentho' 2 ea dan 2 gelas es kelapa muda adalah RP 19.000,'


Warung Lontong Balap Pak Bagong, Surabaya
Jalan Kemayoran Baru (Depan Gedung DPRD Surabaya)
Position : E 07 degrees 14.524' dan E 112 degrees 44.003'

 

Tag: Kuliner , Lontong balap Pak Bagong , Surabaya

 

Yang merating Note ini:


8 Komentar
Ha ha namanya saja sudah bikin lapar .... wah bener-bener harus ke Surabaya nih ..
kenapa dinamakan lontong balap?
nha ini saya yang belum dapat informasinya, kenapa namanya lontong balap, apa karena jualannya di pinggir jalan, jadi kalau ada trantib hrs segera menyelamatkan diri.....
jadi pingin coba nih..
jadi ngiler..
wah wajib dikunjungi pas mudik besok....deket pula....
barusan gugling : menurut cerita dulu masih dijual dalam gentong-gentong yang berat dan dipikul ke seluruh kota. Gentong-gentong yang berat menyebabkan para penjual lontong balap ini seraya memikul harus berjalan cepat-cepat, menimbulkan kesan berpacu (dalam bahasa Jawa: balapan)
sampai sekarang masih pakai gentong dari tanah liat kok untuk tempat kuah dan taoge, tapi sdh nggak dipanggul lagi, karena gentong/kuali nya sdh ditauh di gerobak
Lakukan Login untuk memberikan komentar.

 

Note terkait:

Jus Kopyor Rumah Makan Kedungsari, Surabaya
29 Agustus 2010, 13:44