
Bumbu Gule Instant
Informasi dari temen....di Yogyakarta ada bumbu gule siap pakai yang enak. Bungkusnya dengan kertas samak cokelat seperti foto. Bumbu instant ini merupakan bumbu gule favorit di keluarganya.

FROM L.A WITH LOVE
Para gadis yang selalu berceloteh tiba-tiba menjadi sunyi setelah merasakan
ledakan lembut di lidah mereka dengan kuah soto yang lumayan dahsyat ini.
Seperti biasa RM (TK) yang manis dan langsing serta paling cerdas lidahnya
tiba-tiba berujar " Ini pasti Bisul yang milih sotonya.........., aku jadi
nambah lho......"
Semua tertawa dan meminta tambah atas nasi dan sotonya yang amat elok dan ayu.
Daging, Paru, Campur dan yang lain bertalu-talu di kedai itu ........benar-benar
hari minggu siang yang amat mengesankan. Perjalanan dari Lenteng Agung (L.A)
hingga Manggarai dengan cinta yang mendalam terhadap lingkungan hidup. Dari
kampus FEUI Depok sampai kedai Soto Bang Husen dengan penuh suka cita menyantap
soto betawi nan cantik, dan merayakan ulang tahun seorang gadis ayu AS yang
berulang tahun dengan keharuan dan ketulusan .

M E R G O S A R I
Dua orang sahabat lainnya muncul tak lama kemudian dan mengakui kedahsyatan
hidangan kedai "MERGOSARI" yang amat rendah hati dan penuh dengan sopan santun
membelah pagi yang amat cerah di tepian sawah menghijau. Kenikmatan lillahi
ta'ala yang penuh berkah dan rahmah terhidang sudah.
Ketika harus membayar tagihan, tak pelak kami terkejut. Tiada tangis meraung
dari dompet kami. Amat menakjubkan nilai yang harus dibayar. Untuk makan ber
tujuh dengan segelas Kopi Luwak asli, total tagihan kurang dari 150K. Luar biasa
nilai untuk semua hidangan yang amat membelai lidah itu. Luar biasa.

LHO KOQ KALAH ( DURIAN)
Di negeri saya Indonesia, saya tak lagi paham produk durian asli Indonesia. Durian Sitokong, Durian Tembago, Durian Petruk, Durian Deles, Durian Kandangan tak ada bertengger di toko-toko penjual buah-buahan. Hanya buah impor yang memajang diri dengan genitnya di toko buah dengan pendingin udara yang segar dan menyejukkan. Petani durian di Indonesia tak lagi di hormati oleh rakyatnya. Hasil karya mereka terjajar di emper jalan tanpa jejak dan tanpa jaminan. Tragis.......
Yah kita kalah dalam menghormati petani durian Indonesia dibandingkan negeri jiran Malaysia. Kita kalah seperti lontaran sebuah Mawashi Geri dari seorang karateka Malaysia yang hinggap di leher saya dengan telak. Wasaari.

LHO KOQ KALAH (CHOCOLATE)
Berryl yang genit di Malaysia membuat saya semakin tersadar bahwa masih banyak yang harus dilakukan di negeri Nusantara ini untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Dan ketika saya menunggang sebuah bus SMRT di Boon Lay Road, Singapura, ada sebuah truk terbuka yang membawa karung goni yang amat banyak jumlahnya Tertulis di karung goni itu "Cocoa Peanuts, Made in Celebes" . Truk itupun berjalan dengan lambat dan amat gagahnya memasuki pabrik coklat di seputaran Jurong, Cadburry.

Ikan Selais Asap Tombo Pingin
Ada beberapa jenis ikan asap yang dijajakan. Yang paling khas adalah
ikan selai asap yang merupakan maskot Pekanbaru, ikan ini merupakan
ikan danau yang berbentuk pipih, dan sangat enak digoreng dengan
sambal. Sekilo ikan ini harganya 160 ribu, lebih mahal dari daging
sapi. Ada juga ikan baung asap, ikan lele sungai asap, ikan bilih asap
dan ikan asap dari Palembang. Harganya rata-rata 150-160 ribu, kecuali
ikan asap dari Palembang yang 100 ribu. Karena ingin memberikan
oleh-oleh khas Riau, akhirnya saya membeli setengah kilo ikan selais
asap. Lumayan, buat tamba pingin.

BUMI - KHATULISTIWA [PONTIANAK]
Ketika kaki-kaki B 737-500 penerbangan tanpa hidangan menjejakkan kakinya dibumi Khatulistiwa, aroma Ampo menguar ketika saya dengan lima orang sahabat mendarat di Bandara Soepadio, Pontianak. Lama tak turun hujan rupanya. Dan rinai yang menderas melepas aroma tanah kerontang yang amat elok menembus indra penciuman setiap insan yang selalu merindukan datangnya musim penghujan untuk melepas sirna panas nan menyengat.
