Advertisement
KALENDAR KEGIATAN
November 2009
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5
JSERS POLLING
Pusat kuliner mana yang paling ingin anda kunjungi?
 
 
Sunday, 22 November 2009
Advertisement
BERANDA
Jalanologi - Makanan Teraneh Yang Pernah Saya Makan PDF Print E-mail
Tuesday, 20 March 2007
Article Index
Jalanologi - Makanan Teraneh Yang Pernah Saya Makan
Page 2
Page 3
Page 4

Oleh Harry Nazarudin 

Minggu lalu, komunitas Jalansutra diundang oleh Cosmopolitan FM untuk berbincang dalam salah satu acaranya. Perwakilan Jalansutra yang hadir adalah Irvan Kartawirya, Yohan Handoyo, dan Ariwati Ali. Saya yang sudah berjanji hadir terpaksa urung datang karena ada tugas di kantor yang tidak bisa ditinggal. Nah, sebagai ‘bayaran’ atas mangkirnya saya dari acara tersebut, saya ingin menulis sedikit mengenai salah satu pertanyaan yang diajukan waktu itu. Pertanyaannya sangat menggelitik: “Makanan teraneh apa yang pernah dicicipi?” Wuih, pertanyaan yang cukup menantang. Saya juga ikut berpikir - kalau saya disana, akan menjawab apa ya? Pikiran saya langsung melayang ke Bukittinggi.

Disana, saya menemukan salah satu makanan teraneh yang pernah saya cicipi. Aneh ya, padahal pada saat berwisata ke Ranah Minang, saya tidak menyangka bisa menemukan jenis makanan baru karena makanan Padang sangat umum di Jakarta. Nama hidangannya Ampiang Dadiah. Basisnya adalah dadiah atau dadih dari susu sapi. Dadih dengan tekstur lembut seperti tahu jepang, dihidangkan dengan ampiang. Ampiang atau ’emping’ adalah beras ketan yang menurut istilah Sunda ’dipekprek’, atau dipukul sampai gepeng dan kemudian digoreng. Nah, keduanya dihidangkan dalam mangkuk dengan kuah kental berwarna hitam kecoklatan. Kuah ini rasanya unik - konsistensi dan citarasanya asin-manis mirip kecap, namun ada juga rasa manis yang kuat dari gula merah cair.

Alhasil, di mangkuk saya ada pesta - dari rasa dadih yang rich dan sangat creamy, bercampur dengan tekstur kasar dan berserat dari emping, ditiban oleh rasa asin-manis dari kuahnya. Semuanya dihidangkan hangat, tidak dingin! Makanan jenis ini memaksa kita untuk merenung sejenak sesudah menelan sendok pertama - harus dipikir dulu, rasanya apa ya?  

Selain ampiang dadiah, saya punya kandidat lain. Yang ini sangat sulit didapat: abon ikan paus dan jagung titi. Lho? Bukannya ikan paus adalah hewan yang dilindungi? Nanti dulu. Saya menyantap abon ikan paus ini di Pulau Sumba, ketika menghadiri resepsi pernikahan rekan saya yang berasal dari Adonara. Adonara adalah sebuah pulau di Timur Flores, yang terletak dekat dengan Lamalera. Wilayah ini memiliki selat yang sangat dalam sehingga selalu dilewati oleh rombongan paus yang bermigrasi ke Pasifik dalam bulan Juli - Oktober. Ketika rombongan paus melintas, masyarakat Lamalera melakukan ritual berburu paus dengan peralatan tradisional.

Yang dipilih hanya satu ekor paus yang sudah tua dan lamban berenang. Setelah ditangkap, dagingnya bisa menghidupi Pulau Lamalera selama setahun, sampai musim berikutnya. Minyaknya dijadikan minyak lampu, tulangnya dijadikan tiang rumah, bahkan dagingnya selain dimakan juga dijadikan alat barter seperti uang. Begitu pentingnya arti daging paus ini, sehingga budaya Adonara menempatkan daging paus sebagai unsur wajib dalam upacara adat. Bolehlah menambah sedikit legitimasi untuk menyantap daging paus, hehe. 

Salah satu upacara adat yang penting adalah upacara pernikahan. Karena waktu itu posisi kami ada di Sumba, kehadiran daging ikan paus yang diwajibkan secara adat diwakili oleh satu stoples besar abon ikan paus yang didatangkan dari Adonara. Disantap bersama ayam masak di bumbu, kue rambut, dan jagung titi. Jagung titi ini ada dua jenis: yang digoreng untuk pemula, rasanya empuk dan renyah mirip sereal corn flakes dari Kellogg’s. Dan bagi kelas ‘advanced’, ada jagung titi mentah yang kerasnya minta ampun! Orang-orang tua dan kepala adat biasanya memilih jagung titi mentah. Ketika disantap, rasanya memang unik. Abon ikan paus lebih berminyak dari sapi, seratnya juga lebih panjang dan kuat. Minyaknya ini memiliki aroma khusus - tidak anyir seperti ikan, gurih, namun berbeda dengan aroma lemak sapi maupun babi. Disantap tanpa nasi melainkan dengan jagung titi goreng, membuat paduan rasanya menjadi sangat unik. Tapi ingat, paus adalah hewan yang dilindungi, jadi tidak boleh dimakan! Itulah sebabnya pengalaman di Sumba menjadi kesempatan sekali seumur hidup buat saya.

 

Kalau mengambil bahan dari luar negri, makanan teraneh buat saya adalah ketika mencicipi Hirn und Nieren di Austria. Waktu itu saya baru tahu, bahwa ternyata orang Barat juga bisa makan jeroan! Nieren adalah ginjal, dan Hirn adalah otak, keduanya dari babi. Ketika hidangan datang, yang terlihat hanya irisan ginjal di piring. Lho, otaknya mana?

 

Ternyata, sama seperti hidangan a la Pakistan (disana digunakan otak kambing, bukan babi), otaknya tidak dihidangkan utuh seperti otak sapi di restoran padang, melainkan dihancurkan untuk membentuk kuahnya. Wah rasanya jadi sangat tebal dan cenderung berlemak, dengan makanan pokoknya adalah potongan kentang rebus. Saya berpikir, kalau dimakan pakai nasi kayaknya lebih enak nih! Yah begitulah lidah Indonesia. Walaupun lidah sudah berkelana dan mencicipi yang aneh-aneh, yang paling dicari masih tetap nasi!

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressE-mailInsert ImageBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code:

Comments
promosi kuliner magelang
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-21 11:31:46
hai...hai...saya suka bgt wisata kuliner apalagi host nya...wah mas bondan is the "kuliner prophet".saya mau cerita soal kuliner di magelang.disini banyaaak bgt makanan/minuman yg special lho...tp blm diekspos.ada bakmi pak broto,kupat tahu pak pangat.es semanggi,dan they have speciallity each other.ada pasar tukangan yg banyaaaak sekali makanan yg super enak dijual disana.pokoke mak nyuuussss ......dan dijamin mak seg di perut....ada soto house juga lho di magelang
wiuhhh ga kebayang ?!?!
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-22 17:42:05
:roll waktu denger namamya aja rasanya asing n ga co2k buat nama makanan hihihi. dari penjelasan ka Harry Nazarudin di atas saya bner2 ga bisa bayangin makanan itu enak coz dari kuah yang warna item di campur emping yang rasanya pait  
:sigh yah mudah2an saya suatu hari nanti saya bisa rasain makanan itu hehehe
Gua penasaran cing . . .!
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-23 13:09:57
Suerr nih pernah mencicipi abon ikan paus, apa nggak mengerikan tuh ya, biasanya ikan paus kan termasuk binatang langka. wah pasti rasanya selangit ya, boleh dong dikirim ke rumahku, nyicip dikit
skom
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-23 14:21:23
tolong dong bodata bondan winarno
Written by yahya on 2007-03-23 16:13:26
eyem penggeng?? mak nyuussssss.....!!! bukan begitu pak Bondan :grin
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-24 09:13:24
saya suka banget acara wisata kuliner, klo bisa acara tersebut jangan dihentikan selain menambah wawasan kita tentang kekayaan kuliner bangsa kita, kita juga smakin tahu keragaman bangsa kita, dan juga pembawa acaranya jangan diganti kloyang alin kurang MAK NYUSS NYUSSS!!!!!!!!!!![
g susah banget kok...
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-24 17:00:36
hallo mas yohan...jagung titi g susah didapat juga kok . 
asal panen jagungnya bagus, pasti dapat jagung titi deh. besok2 kalo dapat kiriman dari kampung, tak kirim ke JS yaa . :) .  
maaf
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-24 17:04:19
maaf bukan mas yohan.. tapi mas harry :p . hehehe... 
[mode isin: on]
ok lah..
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-24 23:53:55
:grin ... 
kalo tau.. didaerah saya di ruteng flores.. kami makannya.. daun singkong di rebus pake kacang ijo.. itu aja.. lesatnya minta ampun pak bondan... mau nyoba??? 
Thanks Infonya
Written by This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it on 2007-03-25 16:20:05
Wah....terima kasih infonya Pak...kebetulan saya sebentar lagi kan menunaikan masa bakti dokter di Sumba Timur tepatnya di Waingapu. Mudah2an nanti sempat juga makan abon ikan paus :))
yamin
Written by dessy on 2007-03-26 14:41:53
enak ya kayaknya jagung titi nya..lain kali mas bondan kasih tau dunk cara buatnya...



Last Updated ( Tuesday, 20 March 2007 )
 
< Prev   Next >
© 2009 Koperasi Jalansutra
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.